Tulisan ini sebenarnya saya dedikasikan untuk website www.tomymalewa.com but disitu terlalu formil buat loe baca2.
karena itu web pencitraan untuk urusan portofolio kerjaan
,jadi monggo udah gue copy paste dengan tanpa izin pemiliknya,kenapa harus izin coba ? ya kan itu punya gue juga
, selamat membaca =)
Damn! it’s first time to me, write on my website.
Dan saya mulai dengan tulisan provokatif, Lazy For Crazy people!!
eitss.. jangan mudah sensi atau salah mengartikan yang gue maksud yah ![]()
Malas itu yang kita kenal identik dengan hal-hal yang negatif dan merugikan,sama seperti apa yang gue pikirkan dulu. but itu semua berubah di awal tahun 2011 kemaren,setelah saya bertemu dengan seseorang di twitter yang bernama @dixxieland .
Until now,gue masih “belajar” dengan dia, gue mengenal kata “Lazypreneur” pertama dari dia.
it’s awkward! u know that. Dengerin kata Lazy yang disambungkan kata preneur yang identik dengan pengusaha,berarti seseorang yang mempunyai usaha sendiri nah bagaimana mau jadi pengusaha kalau malas ? it’s crazy!
yes… Lazy just For Crazy people! jangan pernah loe nyoba kalo loe hanya tau malas tapi gak tau maksud dari malas yang diartikan disini apa.
simple sih jawaban dan alasan dari @dixxieland kenapa lazy theory atau lazy rules itu positif. karena hanya orang malas yang gak mau buang waktu untuk mengerjakan hal yang dia bisa lakukan dengan lebih mudah,lebih cepat,lebih ringan dan lain2.
Damn! it’s so deeply bro.. gue di doktrin dari kecil sampe remaja dan dewasa untuk menjadi orang yang rajin dan tekun biar pintar dan jadi orang sukses. walaupun kenyataannya gue setengah2 menjalani doktrin tadi
.
Dan gue juga punya reasonable yang mendukung argument dari @dixxieland , hal2 baru dan inovasi tercipta karena orang semakin hari semakin sibuk,cepat dan tepat waktu. waktu begitu mahal untuk sebagian orang “Time is Money”i trust that,apalagi semenjak nonton Film “In Time” (recommended Movie) .
Dan karena waktu di bumi berputar hanya 24 jam/hari orang semakin melakukan hal apapun dengan efisien. dan karena adanya perasaan malas lah yang buat kita mencari solusi “how to make this path becomes shorter” dan perasaan seperti itu yang didukung dengan sifat ingin tau, itu yang mendorong “Lazy rules” it’s works.
it’s just stupid case.
Loe pernah bayangin kalo alexander graham bell rajin,mungkin dia tidak akan menciptakan Telpon untuk berkomunikasi dengan seseorang yang jauh, dia akan mau berlelah diri untuk menempuk jarak berapapun untuk bertemu dengan seseorang (apakah kekasihnya) .
Dan karena dia malas serta berpikir logis jika dia ingin bertemu dengan seseorang itu dia harus menempuh jarak yang gak dekat dan dia sampai bertemu pun dengan seseorang itu sudah malam,dia gak akan boleh di ijinin nginep karena belum muhrim
.
Atau dia berpikir seperti ini,jika dia menulis surat via burung , belum tentu juga dibaca dengan seseorang yang di tuju. siapa tau dibaca sama ayahnya seseorang tadi nah kalo ketauan gawat tuh, Loh ini kok udah ngalur ngidul yah kita LOL =)) .
intinya apapun yang loe pake sekarang,dari telpon segede gaban,handphone smartphone,ipad dan seterusnya hidup loe dibuat jadi lebih simple karena kita gak mau buang waktu dengan hal2 yang bisa dikerjakan dengan lebih mudah,lebih cepat =).
coba loe liat sekeliling loe,itu kalo yang nemu mesin cuci rajin dia dan loe sampe sekarang pasti lagi nyikat baju dan jemur pakaian ![]()
coba loe liat kulkas loe,kalo yang nemu kulkas itu kerajinan amat. dia dan loe sekarang pasti lagi sibuk ngangkut batu es dari kutub utara ![]()
it’s so simple, coba liat disekeliling loe.. banyak hal di hidup kita dibuat karena kita malas, kita ingin lebih mudah dan cepat karena kita malas!.
Orang ‘malas’ yang ‘gila’ selalu punya cara untuk mencari solusi yang membawa manfaat bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi bermanfaat untuk orang banyak.
Dan jaman sekarang,indonesia butuh orang2 yang malas dan berotak gila, biar selalu ada inovasi kreasi dan gak basi hidup loe dari pagi sampe malam baru ketemu sama anak istri. ingat loe diciptakan di bumi ini untuk jadi pemimpin bukan jadi budak oleh “kerajinan” loe yang salah tempat, mendingan rajin beribadah udah jelas2 dapat pahala dan masuk sorga.
“Rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya” ya itu bener sih,tapi loe pandai buat diri sendiri untuk apa ? loe kaya untuk diri sendiri buat apa ? .
orang2 yang bisa berbagi adalah orang2 yang masih punya waktu untuk memikirkan kebaikan untuk orang lain, bukan sibuk dan ter penjara oleh kesibukan yang diterima oleh ‘kerajinan’ nya sendiri yang gak tepat pada tempatnya
*super*
hemm apa lagi yah,gue yakin masih banyak hal yang bisa kita pelajari dari sebuah arti “malas”.
kita belajar mengerti bukan dari apa yang dikata tapi apa yang dimaksud,biar lebih wise & nice menyikapi segala apa yang terjadi di hidup ini. dan doakan biar gue punya waktu untuk nerusin tulisan ini,karena saya sekarang belajar untuk menjadi seseorang “Lazypreneur” seseorang yang menghargai waktu dengan cara “malas” dan bisa menebarkan bermanfaat untuk orang sekitar.
hargai waktu dengan cara memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bukan dengan menghabiskannya dengan hal-hal yang gak ada sangkut pautnya untuk masa depan loe.
dan apakah interpretasi soal Lazy theory ini sepaham dengan @dixxieland , apologize if I’m wrong bro. but to be honest, I Get many lessons from you
(riskan di bully,cause my english so bad
)
apapun yang kita hadapi sehari-hari itu gak lepas dari kata “malas” dan bagaimana agar bisa “lepas” dengan cara yang “ikhlas” . Lazy make it u crazy and and crazy makes you innovate! =))
Hohoho, masih panjang nih perjalanan nulis tentang Lazy Rules,yap doakan saja gue bisa mengadaptasi rules itu dengan benar, dengan cara mencemplungkan diri gue di 2012 ini untuk mengikuti Lazy theory.
Dunia ini bukan untuk orang yang nekad tapi orang yang berani karena dia yakin dengan alasannya =)
Dada *salim satu2 buat yang baca* =))




r stand up comedy 




